Kamis, 14 Maret 2019

      Operasi Bypass Jantung, Ini yang Harus Anda Ketahui

Jantung merupakan organ vital yang memompa darah ke seluruh tubuh, termasuk ke dalam otot jantung sendiri. Pasokan darah ke otot jantung disuplai oleh pembuluh darah arteri koroner yang terbagi menjadi 2 cabang, kanan dan kiri. Namun arteri koroner dapat mengalami penyumbatan atau penyempitan yang disebabkan proses aterosklerosis. Arteri jantung yang mengalami penyumbatan dapat menimbulkan serangan jantung dan gagal jantung. Operasi bypass jantung bertujuan untuk mengembalikan pasokan darah kaya oksigen ke otot jantung yang sebelumnya terhambat.
Operasi Bypass Jantung, Ini yang Harus Anda Ketahui - Alodokter

Indikasi Operasi Bypass Jantung

Operasi bypass jantung bisa disarankan bila pasien menderita penyakit jantung koronerdengan kondisi sebagai berikut:
  • Lebih dari 1 pembuluh darah yang mengalami penyempitan, sehingga bilik jantung kiri tidak berfungsi secara normal. Bilik kiri jantung merupakan ruangan jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh.
  • Arteri koroner kiri utama (left main artery) yang bertugas memasok darah ke bilik kiri mengalami penyempitan atau penyumbatan berat.
  • Mengalami penyumbatan pembuluh arteri yang tidak bisa ditangani dengan pemasangan ring.
  • Menderita nyeri dada parah.

Peringatan Operasi Bypass Jantung

  • Prosedur ini tidak disarankan untuk pasien dengan penyakit jantung koroner yang tidak memiliki gejala-gejala yang berisiko kecil mengalami serangan jantung.
  • Komplikasi pasca operasi lebih tinggi pada lansia, terutama yang berusia di atas 85 tahun.
  • Selain lansia, pasien yang baru mengalami serangan jantung atau stroke, gangguan pembekuan darah, pernah mendapatkan radioterapi di daerah dada atau operasi pada daerah dada sebelumnya, memiliki riwayat PPOK, serta sedang mengalami infeksi atau gangguan elektrolit, juga berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi pasca operasi.

Sebelum Operasi Bypass Jantung

Sebagai bagian dari persiapan operasi bypass jantung, dokter akan memberikan instruksi kepada pasien mengenai sejumlah kegiatan yang tidak boleh dilakukan, pola makan dan jenis makanan yang sehat, serta obat-obatan yang harus dikonsumsi sebelum operasi berlangsung.
Pasien akan menjalani serangkaian tes awal sebelum operasi, berupa Rontgen dada, tes darah, elektrokardiografi, dan kateterisasi jantung.

Prosedur Operasi Bypass Jantung

Operasi bypass jantung berlangsung 3-6 jam dan pasien akan diberikan anestesi umum atau bius total, sehingga pasien tidak sadar selama tindakan.
Dokter akan memeriksa denyut jantung, tekanan darah, kadar oksigen di dalam tubuh, dan fungsi sistem pernapasan pasien. Setelah itu, selang pernapasan akan dipasangkan di saluran pernapasan melalui tenggorokan. Selang ini akan tersambung ke ventilator atau alat bantu pernapasan untuk memberikan asupan oksigen yang dibutuhkan pasien.
Dokter bedah jantung (Sp. BTKV) akan membuat sayatan sepanjang bagian tengah rongga dada dan membelah tulang dada, hingga jantung terlihat. Pasien akan diberikan obat-obatan untuk menghentikan kerja jantung. Setelah jantung berhenti, pembuluh darah besar akan disambungkan ke mesin jantung paru (heart lung machine) untuk menggantikan kerja jantung menjaga pasokan darah ke seluruh tubuh.
Selanjutnya, dokter akan mencangkok (graft) pembuluh darah dari bagian tubuh lainnya, biasanya diambil dari pembuluh darah vena di paha atau arteri di sekitar rongga dada, yang ditempelkan dari pembuluh darah arteri besar (aorta) ke pembuluh darah arteri koroner, yang sudah melewati daerah pembuluh darah yang menyempit, sehingga terbentuk jalur pintas baru yang tidak melewati arteri koroner yang tersumbat.
Setelah pencangkokan pembuluh darah yang baru selesai, dokter akan membuat jantung kembali berdenyut. Terkadang, kejutan listrik digunakan untuk membuat jantung kembali berdetak. Kemudian dokter akan menyatukan kembali tulang dada dengan kawat khusus yang akan permanen menempel di tulang dada, serta menutup sayatan di kulit dengan jahitan. Selang pernapasan yang dipasang sebelumnya, belum dilepas hingga pasien dapat bernapas sendiri dengan normal.
Selain teknik yang disebutkan di atas, atau yang disebut teknik konvensional. Terdapat juga teknik non konvensional, antara lain tanpa menghentikan denyut jantung, atau menggunakan bantuan robot yang memungkinkan operasi tanpa membelah tulang dada.

Setelah Operasi Bypass Jantung

Karena selang pernapasan belum dilepas, pasien akan ditempatkan di unit perawatan intensif (ICU), sampai pasien dapat bernapas dengan normal dan selang pernapasan dapat dilepas. Biasanya 1-2 hari perawatan di ICU. Selama di ICU, dokter dan perawat akan memantau tanda vital, yaitu detak jantung, tekanan darah, pernapasan, dan suhu secara berkala.
Masa pemulihan setelah operasi bisa berlangsung singkat atau lama, tergantung kepada kondisi kesehatan pasien. Pasien akan diperbolehkan pulang walaupun belum sepenuhnya pulih, karena dibutuhkan waktu sedikitnya 6 minggu sampai 3 bulan untuk benar-benar pulih dan melakukan aktivitas secara normal. Selama masa pemulihan, pasien disarankan untuk menghindari aktivitas berat.

Komplikasi Operasi Bypass Jantung

Dengan penilaian yang baik sebelum operasi, serta teknik operasi yang semakin berkembang saat ini, operasi bypass jantung memiliki risiko komplikasi yang rendah. Namun operasi jantung terbuka tetap dapat menimbulkan komplikasi, seperti:
Sumber:https://www.alodokter.com/operasi-bypass-jantung-ini-yang-harus-anda-ketahui

Rabu, 13 Maret 2019

ALAT -ALAT YANG PERLU DIBAWA OLEH DOKTER

Sabtu, 02 Maret 2019

 SEJARAH ILMU KEDOKTERAN

Kamu pastinya sudah mengetahui apa itu DOKTER / BIDANG KEDOKTERAN, tapi apakah kamu tahu bagaimana sejarah dari ilmu yang satu ini? Kedokteran itu merupakan suatu ilmu sekaligus juga seni yang mempelajari mengenai penyakit, serta juga cara-cara dari penyembuhannya.Kedokteran itu juga merupakan cabang dari ilmu kesehatan yang mempelajari tentang mempertahankan kesehatan serta keselamatan nyawa manusia dan makhluk hidup lainnya. Adapun ilmu ini meliputi tentang pengetahuan berupa sistem tubuh manusia serta penyakit dan bagaimana cara pengobatannya, kemudian penerapan dari pengetahuan tersebut.Ilmu Kedokteran yang ada pada jaman sekarang ini tidak muncul begitu saja, pastinya. Ilmu ini sudah dicari, dipelajari, serta dikembangkan selama ribuan tahun! Dalam masa-masa awalnya ilmu kedokteran ini masih menggunakan tumbuh-tumbuhan herbal serta hewan dalam tindakan pengobatan, dan hal ini berkembang pada suatu kebudayaan masyarakat di tiap-tiap tempat.Hal ini juga masih erat kaitannya dengan berbagai kepercayaan dari setiap tempat, karena pada jaman dulu masih banyak yang menganut kepercayaan magis yaitu aminisme, sihir, serta dewa dan dewi. Yang memiliki kepercayaan Aminisme meyakini bahwa benda mati pun mempunyai roh atau memiliki hubungan dengan roh leluhur.Ilmu Kedokteran sendiri semakin lama semakin berkembang pada berbagai belahan dunia lainnya seperti di Tiongkok Kuno, India Kuno, Persia, Yunani Kuno, serta Mesir kuno. Sekitar abad ke 14 lah Ilmu Kedokteran mulai memasuki era baru, karena dilakukan pendekatan terhadap Sains. Hal ini tentu saja menuai pro kontra, karena tidak semua ilmuwan bisa menerima berbagai fakta tentang pendekatan Ilmu Kedokteran dengan Sains.
  • Ilmu Kedokteran Di Arab Kuno
Pada sekitar tahun 700 Masehi, banyak ilmuwan dari Arab yang sangat hebat sehingga mereka bisa menguasai berbagai ilmu pengetahuan termasuk Ilmu Kedokteran serta kesehatan masyarakat. Adapun salah satu dari mereka adalah Al-Razi, dokter pertama yang mengidentifikasi tentang penyakit cacar serta campak. Beliau adalah dokter paling agung pada jaman itu serta paling produktif dalam menulis buku. Sehingga, kepopuleran al-Razi tidak hanya di dunia timur, tetapi juga sampai dunia barat sampai-sampai dirinya diberi gelar “The Arabic Galen” oleh orang-orang barat. Salah satu buku Al-Razi adalah Al-Hawi, ensiklopedia mengenai Terapeutik yang sangat tebal, beratnya saja mencapai 10kg. Karya tersebut sangat berharga, sehingga menjadi bahan rujukan di Eropa.
  • Ilmu Kedokteran Di Mesir kuno
Sekitar tahun 2.600 SM, di Mesir sudah ada banyak dokter serta ahli pengobatan. Dokter pertama yang ada di Mesir sekitar tahun 2.600 SM bernama Imhotep, dia dikenal dengan pengetahuannya dalam ilmu faal serta penyakit. Biasanya, para dokter di Mesir Kuno menghabiskan hidup mereka bertahun-tahun untuk belajar tentang Ilmu Kedokteran di sekolah yang berupa kuil. Mereka belajar bagaimana bertanya, memeriksa, serta memperlakukan orang sakit. Selain itu mereka juga belajar mengenai resep dokter, bagaimana menentukan dosis dan sebagainya. Menurut catatan sejarah, pada saat itu Dokter Gigi merupakan profesi yang sangat penting dan paling dicari.
  • Ilmu Kedokteran di China kuno
Kalau di China sendiri, pada jaman dulu percaya bahwa penyakit datang karena ketidakseimbangan antara Yin serta Yang di dalam tubuh tiap manusia. Adapun obat serta perawatan yang dilakukan adalah menyeimbangkan kembali Yin serta Yang tersebut. Sampai sekarang ini, teknik pengobatan China masih paling populer untuk menyembuhkan berbagai penyakit, dan salah satu teknik pengobatan paling terkenal adalah Akupuntur. Menurut sejarah, pengobatan China itu didasarkan oleh buku kedokteran kuno terkenal yang bernama Nei Ching, ditulis oleh Kaisar Huang Ti pada tahun 479-300 SM. Dokter China sangat pintar dalam hal mengobati luka, patah tulang, alergi, dan juga penyakit lainnya. Cara mengetahui penyakit pasien mereka biasanya hanya menanyakan gejala apa yang dirasakan, apa yang dimakan terakhir kali, penyakit yang pernah di derita, dan kemudian biasa memeriksa denyut nadi pasien.Ilmu Kedokteran yang ada sekarang ini berkembang sekitar tahun 1800-an, kemudian di awal tahun 1900-an di Inggris (oleh William Harvey), Jerman (Rudof Virchow), serta Prancis (Jean-Martin Charcot, Claude Bernard). Adapun Ilmu Kedokteran modern saat ini, atau Kedokteran Ilmiah (hasilnya sudah di uji coba) merupakan penggantu tradisi awal kedokteran Barat, herbalisme, humorlasime Yunani, serta teori-teori pra-modern. Pusat perkembangan Ilmu Kedokteran juga seiring berjalannya waktu berganti ke Britania Raya serta Amerika Serikat pada awal abad ke 19 (dikembangkan William Osler, Harvey Cushing).Praktek dari kedokteran sendiri adalah kombinasi dari sains serta seni. Sains dan juga teknologi adalah dasar dari segala masalah klinis dalam masyarakat. Seni kedokteran merupakan gabungan dari ilmu kedokteran, intuisi, dan juga keputusan medis dalam menentukan diagnosis yang pas serta perencaan perawatan dalam masing-masing pasien ketika merawat pasien yang sesuai dengan apa yang diperlukan.                                                                                                                                                                                                                                Sumber: https://tesbakatindonesia.com/sejarah-ilmu-kedokteran/



       Operasi Bypass Jantung, Ini yang Harus Anda Ketahui Operasi bypass jantung adalah tindakan untuk  mengatasi  penyumbatan atau pe...